Oleh: Prof. Dr. Heru Kurnianto Tjahjono
Sahabat pembelajar yang saya hormati. Saya ingin berbagi dengan anda mengenai kisah seorang teman saya yang dilahirkan dari keluarga yang kurang bahagia. Ia dibesarkan oleh seorang ibu yang single parent. Perjuangan keras dan kepedihan yang dialami ibunya menginspirasi si anak untuk memberikan yang terbaik buat ibunya kelak.
Dalam perasaan ketidakbahagiaan itu ditambah tanggung jawab pada keluarga sebagai satu-satunya anak laki-laki semakin menguatkan anak itu untuk mengambil keputusan bahwa “dia harus menjadi orang sukses yang kaya dan ia menambahkan bahwa dirinya harus memiliki reputasi internasional. Saya masih ingnat bagaimana ia menuliskan cita-citanya bersekolah di Jerman dan menjadi manajer internasional di sana dalam catatan kecilnya. Perlu anda ketahui, secara ekonomi dia hidup pas-pasan, kadang untuk membayar SPP dan living cost dia harus pinjam saya atau teman yang lain.
Dahsyat, 10 tahun berlalu setamatnya dari UGM, melalui perjalanan berliku dia menyelesaikan S2 di Jerman dan menjadi manajer pada perusahaan bergengsi di sana dan membawahi tenaga kerja dari berbagai negara seperti Jerman dan Belanda.
Nah itulah sahabatku, saat dia membuat keputusan terbentuklah MTV (moving toward value) dan selanjutnya mempengaruhi perilakunya untuk mewujudkan impiannya yaitu menjadi kaya, alumni S2 di Jerman dan menjadi manajer internasional.
Silahkan kunjungi website saya DI SINI